Kata-kata manis mu..
Hanya lah sebuah ilusi palsu..
Perhatian mu pada ku..
Hanya lah sebuah kebohongan pilu..
Pengakuan sayang mu..
Hanya lah sebuah dusta kata hati mu..
Dan diri ku..
Tidak lah sebodoh dahulu..
Yang bisa kau tipu..
Dengan akal bulus & tipu rayu mu..
Aku bukan diri ku yang dulu..
Yang bisa kau bohongi & kau bodohi..
Ku sedikit banyak telah mengerti..
Tentang diri mu..
Seorang yang menginginkan kenikmatan cinta..
Tapi hanya sebuah cinta monyet belaka..
Menjalin hubungan..
Tapi bukan akhir tali pengikatan..
Dan aku tidak lah ingin jadi milik mu..
Bila suatu ketika kau meninggalkan ku..
Meninggalkan diri ku..
Demi orang yang kemudian akan kau cinta nantinya..
Rabu, 28 April 2010
The end of "U"
Diposting oleh Alfa Zalfah di 08.15 1 komentar
Label: poetry
Sabtu, 24 April 2010
f a t a m o r g a n a
ada yang mengatakan cinta itu indah..
tapi jika cinta hanyalah sebuah fatamorgana..
hanya rasa pilu yang lahir..
karna tak dapat meraihnya..
dirinya pula bagai fatamorgana..
begitu nyata begitu sempurna di pelupuk mata..
tapi tetap tak terjangkau..
untuk di miliki..
perasaan yang kini ku rasa..
mungkin juga hanyalah sebuah fatamorgana..
keindahan cinta dan dirinya dalam benak ku..
semuanya fatamorgana yang takan mungkin pernah ku raih..
Diposting oleh Alfa Zalfah di 03.08 0 komentar
Label: poetry
Hanya sebuah ungkapan konyol !
Kesendirian dan kekosongan..
Membawa pada kesepian yang pekat..
Tak ada suara maupun warna..
Hanya keheningan di selimuti kegelapan..
Sang hati menjerit pilu..
Tapi tak di hirau..
Rasa itu tak hilang pula..
Tetapi jauh terus bertambah..
Gelap yang pekat..
Hening yang bisu..
Nafas yang sesak..
Hati yang bergemuruh..
Dan ketika kata yang terungkap dalam benak..
Hanya kata rindu..
Rindu yang di iringi kesedihan & rasa bersalah..
Hanya diam dalam bisu..
Hanya menatap berkaca-kaca..
Senyuman yang tergaris terasa masam..
Tatapan mata yang lembut tapi sinis & menyakitkan..
Tak tau apalah namanya..
Yang ku mengerti hanya rasa sakit bagai pukulan hebat..
Yang menyesakan takala sulit untuk menghembus nafas..
Serta sang hati yang menangis tanpa suara..
Diposting oleh Alfa Zalfah di 03.03 0 komentar
Rabu, 14 April 2010
angan dalam benakku
Ku pejamkan mataku, membiarkan kegelapan menyelimutiku dan menembus batas fikiran akal sehat ku. Ku bayangkan diriku berdiri di tengah hampara luas padang nan hijau sejauh mata memandang, di kelilingi ridangnya pohon-pohon yang saling berjenjangan, di atasku terbentang langit biru yang luas tak berujung. Udara yang terasa begitu menyejukan, angin berhembus semilir-semilir dengan lembut membawa aroma alam yang menyelimuti udara.
Ku rasakan sensasi rerumputan yang berlapisi embun tipis di atas tanah yang ku pijaki, ku rasakan sensasi angin yang berhembus lembut membelai wajahku, ku rasakan aroma alam yang bebas terbawa angin merasuki panca indraku dan menyebar dalam setiap tarikan nafasku, mengalir melalui darahku, seakan menyatu dalam denyut nadi ku, berkolaborasi dengan otot tubuh ku, menenangkan fikiran ku, ringan terasa menyelimuti tubuhku bagai bulu ringan tak bermassa.
Pandangan mataku terhempas ke segala penjuru, menikmati keindahan alam hijau nan asri yang terbentang di hadapanku. Langkah demi langkah ku arungi padang luas sejauh penglihatan ku, di awali langkah-langkah kecil, berjalan pelan, berjalan cepat, berlari-lari kecil, hingga berlari menembus sang bayu, di iringi derap langkah bagai irama symphoni, serta putaran-putaran bagai tarian sang angin dengan lembut, riang dan gemulai.
Dalam tiap derap langkah kaki yang ku arungi, pijakan ku terasa ringan melambung ke udara, di tiap langkahnya ku rasakan tubuhku semakin naik naik naik dan terhempas di udara dengan lembut. Tubuhku melambung di udara, ku terbang melintasi padang hujau di langit biru, melayang-layang mengikuti arah sang bayu berhembus mengarungi dunia yang luas. Ku lintasi berbagai alam dunia yang indah, padang rumput hijau, danau-danau yang berkilauan bagai permata, sungai-sungai yang mengalir menjadi suatu kesatuan aliran tak terputus, padang-padang gurun keemasan tertempa sinar mentari, hutan-hutan hijau nan subur menjulang tinggi menembus cakrawala dan rindang, perbukitan dan lembah-lembah, lereng-lereng tebing batuan nan kokoh, pegungungan-pegunugan yang menakjubkan, dataran-dataran yang terbentang, pantai berpasir putih hingga lautan lepas dan samudra luas bagai tak berbatas.
Birunya langit luas tak terbatas di hiasi sinar keemasan sang mentari dan kapas-kapas awan putih tipis dan samar menyelimuti nuansa cakrawala di kala sang siang merajai hari. Ketika sang raja hari merambat dan terbenam di ufuk barat, cahayanya memberikan warna merah pada sang cakrawala bagaikan membakarnya dengan tarian sinar dari sang bunga api yang menyelimuti, sang cakrawala kini terhias merahnya yang memikat hati para sejoli yang di mabuk cinta. Sang biru kini terselimuti kegelapan ketika sang raja hari tak menampakan dirinya lagi, di gantikan cahaya keperakan sang putri bulan yang menyinari, di damping teman-teman mungilnya yang menitikan cahaya gemerlap kelap-kelip bintang yang tersebar di jagad raya nan luas, dengan lembut sinar perak dalam keremangan di hiasi gemerlap titik sinar yang terpancar menyelimuti para makhluk yang terlelap dan menjaganya dalam dekap kerinduan sang mimpi.
Diriku bagaikan angin yang menjelajahi semua bagian dunia dengan bebas tanpa terikat, menatap indahya alam dunia dalam cakrawala yang menyelimuti. Terasa berjuta sensasi yang semakin mengalir dan membuat hati bergejolak dan tenang merasakan milyaran keajaiban alam berevolusi.
Diposting oleh Alfa Zalfah di 20.08 0 komentar
Label: poetry
Selasa, 06 April 2010
- Rindu Dalam Benak mu -
saat kau duduk berhadapan dengannya
tak ada satu kata yang terucap
kau hanya bisa diam dalam bisu
dan hanya terpaku menatap dirinya
di saat ia tak ada di hadapan mu
beribu rasa dan beribu kata muncul dalam benakmu
beribu rasa beribu kata rindu terukir untuknya
tapi hanya dapat tersimpan tak terucap tak terungkap
begitu mata mu terpejam dalam gelap
bayang wajahnya terpantul di hadapanmu
wajah dengan senyuman tergaris di bibir
menatap mu sendu penuh cinta dan sayang
tapi saat kau mencoba meraih bayangnya
ia menjauh dan menghilang dalam gelap
meni ggalkan mu sendiri dalam kesunyian
di temani jatuhnya derai air mata
sebuah bisikan hangat nan lembut tersenandung di telingamu
agar kau tetap bangkit dan bertahan tak menyerah
dan ketika matamu terbuka menatap dunia
harap mu akan rasa rindu pasti kan tersampaikan
Diposting oleh Alfa Zalfah di 07.26 0 komentar
Label: poetry
Senin, 05 April 2010
4 elemen perasaan ?
perasaan itu bagaikan air..
air yang mengalir..
mengikuti arus..
dan menyerupai wadahnya..
perasaan bagaikan angin..
yang berhembus tak tentu arah..
mengikuti kemana dirinya berjalan..
dan bebas tak terikat tak terkait..
perasaan bagaikan api..
api yang panas membara..
bergejolak membakar hanguskan sekitarnya..
tapi panasnya juga menghangatkan..
perasaan bagai bumi tanah..
sifatnya keras bagaikan batuan..
tak tergyahkan tak terpengaruh..
serta kekeuh dangan pendirian dan pemikirannya..
perasaan dengan berbagai macam bentuk..
perasaan dengan berbagai macam sifat..
perasaan dengan berbagai macam ciri khas..
perasaan tak satu tak mutlak..
perasaan memiliki bentuk, sifat, dan keistimewaan masing-masing...
Diposting oleh Alfa Zalfah di 03.23 0 komentar
Label: poetry
