di kala ku tersenyum di atas semua..
di kala ku tertawa bersama mereka..
melepas canda guranda..
bersama dalam keceriaan..
di balik senyuman..
di balik deru tawa kegembiraan..
tersimpan kekosongan yang menyesakan..
kesakitan telah mengecewakan..
sang hati menangis pilu..
dalam sayatan kesepian..
dalam ketakutan kehilangan..
terpendam dalam kegelisahan..
sering kali ku tahan..
tapi tak dapat ku ingkari..
air mata mengalir di sela lamunan..
isak tangis tersiak dalam keheningan..
beribu kata maaf lahir dalam benak..
tuk ku ungkap padanya..
walau mungkin ia tak menjawab..
untuk memberiku maaf..
maaf ku telah mengecewakan mu..
maaf ku atas kebodohan ku..
ku ingin berubah seperti yang kau mau..
menjadi lebih baik di mata mu..
walau tak mudah..
ku takan menyerah..
ku kan buktikan kemantapan ini..
bahwa ku kan dapat merubah segalanya untuk ku, untuk mu, & untuk semua..
Senin, 31 Mei 2010
in tears of guilt
Diposting oleh Alfa Zalfah di 05.46 0 komentar
Label: poetry
Minggu, 30 Mei 2010
Jumat, 28 Mei 2010
sorry
hal yang palig menyakitkan..
adalah saat membuat orang lain kecewa..
kecewa akan diri ku..
karna diri ku..
mengecewakan orang yang paling berarti..
mengecewakan orang yang paling di sayangi..
semua serasa berubah..
dunia begitu gelap..
walau cakrawala siang bersinar terang..
udara begitu dingin..
walau dunia ini terasa panas membakar..
suara begitu sunyi senyap..
walau kebisingan memekakan telinga..
tatapan mata ini terasa kosong..
menerawang menembus cakrawala..
tiap bayang bagai memudar..
henya kepekatan gelap yang tersingkap..
sang hati meringis..
sang hati menangis..
di balik senyum kegembiraan..
di balik tawa yang tarlontarkan..
satu kata yang ingin terucap..
tapi sulit di ungkap..
" maaf "
Diposting oleh Alfa Zalfah di 21.52 0 komentar
Label: poetry
I M U
malam..
temani aku..
dalam kesendirian ku..
dalam dekapan selimut mu..
malam..
temani aku..
dalam kesunyian hati ku..
yang bisu dalam bahasa ku..
malam..
isi lah hati ku yang gelap..
dengan cahaya sang rembulan..
dan bintang-bintang indahmu..
hiasi malam ku dengan senyuman mu..
temani aku dengan cahaya rembulan..
hibur aku dengan kemerlip bintang-bintang..
dekap aku dalam selimut kesejukan..
hapus semua kegundahan dalam hati ku..
yang mengusik perasaan..
hapus tiap tetes air mata yang mengalir..
dengan kelembutan angin malam mu..
dekap aku..
lindungi aku..
hibur aku..
dari tangis ku..
tangis air mata yang mengalir..
yang tersayat dalam kesunyian..
yang terbelenggu dalam kebisuan..
terkunci dalam kesepian..
tak bisa ku hentikan..
ketika deru ini mengaliri pipi ku..
merindu diri mu..
meski diri mu tak merindu diri ku..
perasaan ini begitu sesak..
saat bayang diri mu muncul dalam fikiran ku..
sudut mata menghangat dalam bayang rengkuhan diri mu..
meski tak pernah ku capai dalam nyata ku..
hanya satu yang ku rasa..
hanya satu yang ingin terucap, walau tak terucap..
I MISS YOU FOREVER
Diposting oleh Alfa Zalfah di 06.11 0 komentar
Label: poetry
Kamis, 27 Mei 2010
feeling stuck part 1
I struggled with feelings ..
uncertain feelings come and go ..
I explained the difficult words and even sentences ..
that my heart's so volatile horrible ..
word for word .. I try describing
sentence by sentence .. I try to express
but the tongue was kept dodging ..
not a wisp of a sentence or a word spoken ..
that there is only silence ..
the silence of my language ..
quiet in the still mute ..
My eyes just imply what I feel ..
I can only look at him ..
with longing eyes would be my ..
who continue to hide behind the emotions themselves ..
who continue to resist any sense of turmoil hurts ..
Diposting oleh Alfa Zalfah di 01.07 0 komentar
Label: poetry
Minggu, 23 Mei 2010
give me spirit
di sini aku berdiri..
di jalan yang telah ku pilih..
menatap jalan yang terbentang di hadapan..
melangkah menapakan selangkah kaki pada impian..
sebuah kesempatan datang..
kesempatan emas di hadapan..
memacuku untuk maju dan berperang..
melawan segala ketakutan yang ku pendam..
inilah saatnya..
inilah kesempatanya..
tak boleh ku sia-siakan..
tak boleh ku kecewakan..
jalan yang kini ku tempuh..
kesepatan emas yang terbentang..
amanah yang terpanggul..
kepercayaan yang tertanam..
hal yang tak boleh mengecewakan..
tak boleh tersia-siakan..
semangat berjuang..
semangat berperang..
bukan melawan sang lawan..
tetapi melawan segala kelemahan..
so, fight girl..
you can do it..
give your best..
to the competition..
spirit, fight, don't be surrender..
Diposting oleh Alfa Zalfah di 04.14 0 komentar
Label: motivation, poetry
Sabtu, 22 Mei 2010
about ...
this feeling ..
accumulate increasingly ..
grow into a feeling that is different from earlier ..
larger and deeper ..
I can not deny ..
I can not ignore ..
becoming increasingly clear ..
This feeling has been fixed on your love ..
all about you ..
recorded clearly in my memory ..
stored tightly in my heart ..
remembering always longing for you ..
everything about you ..
Your smile ..
Your tenderness ..
Your warmth ..
like I had poisoned ..
poison every pull of my breath ..
and my heart beats each ..
with your shadow is not separated from my eyelid ..
though I may never have your body ..
though I may never have your heart ..
but let me have this feeling ..
let me continue to feel this feeling ..
born because of your feelings ..
and focused only on you ..
because when you are no longer on my side ..
I will never forget you ..
memorable moments with you ..
although the round will carry over time ..
because I'm here ..
give me your smile ..
and always loved you ..
Diposting oleh Alfa Zalfah di 05.07 0 komentar
Label: poetry
Selasa, 18 Mei 2010
andaikan sang cakrawala malam adalah gambaran hatiku..
yang gelap gulita tak ada cahaya..
dan aku di sana adalah yang rembulan yang memancarkan aura perak kesepian..
adakah sang bintang yang menemani ?
sang bintang sejati..
yang kelap menemani gelap malamku..
menghiasi hari-hari ku..
menghiburku dengan kerlap-kerlip senyumannya..
andai aku rembulan..
ku kan menunggu munculnya sang bintang..
yang selalu setia menemaniku..
dari balik awan kabut yang menyelubungi..
hai bintangku..
dimanakah engkau..
akankah engkau datang..
dan menemaniku selalu..
dalam tiap hariku..
tiap langkahku..
tiap hembusan nafasku..
tiap denyut nadi ku..
tiap detakan jantungku..
dan menjaga serta melindungiku..
dengan kelembutan dan kehangatan mu..
serta cahaya kerlipmu..
dalam tiap senyuman..
tiap tatapan..
tiap dekapan..
tiap kecupan..
hai bintangku..
ku kan selalu menunggu mu..
muncul dari balik awan gelap itu..
hingga kau menemaniku..
dalam kesunyian bahasaku..
Diposting oleh Alfa Zalfah di 08.42 0 komentar
Label: poetry
melupakan
melupakan..
mungkin adalah jalan terbaik yang harus ku pilih..
melupakan sebuah perasaan..
entah di namakan suka sayang atau cinta..
melupakan..
kenangan-kenangan tentang dia dan dia..
melenyapkan kenangan manis pahit..
yang kini telah terukuir..
apa aku bisa ?
apa aku mampu ?
melenyapkan begitu banyak kenangan..
kebersamaan ku dengan dirinya ?
andai ku dapat memilih..
andai ku tak meragu..
tetapi tetap saja..
takan pernah ku miliki..
biarlah rasa ini..
yang di sebut suka sayang atau cinta..
terbawa arus bagai air mengalir..
terbang bebas di udara bagai angin..
Diposting oleh Alfa Zalfah di 08.26 0 komentar
Twin Stars : the sisterhood (eps.1 : pertemuan)
" na.. Yuna.. " panggil sebuah suara.
Yuna menolehkan wajahnya mencari si empunya suara yang memanggilnya. seorang gadis kecil berperawakan mungil dan imut berlari menghampirinya, rambut coklatnya yang di kuncir dua melambung terhembus angin saat ia berlari menghampiri Yuna.
" eh, Yaya ?! " balas panggil Yuna ketika gadis mungil itu menghampirinya.
Yaya setengah melompat dan mendekap tubuh Yuna yang lebih tinggi darinya. wajahnya begitu berseri-seri di sertai senyuman manis dengan pipi merona-rona kemerahan.
" Yunaaa.. Yaya kangen Yuna.. " serunya dengan intonasi manjanya yang khas.
" Yaya ? apa kabar sayang ? " balas Yuna seraya membelai rambut pendek Yaya yang di kuncir dua.
" Yaya baik kok, Yuna bagaimana ? " tatapnya pada Yuna dengan tatapan berbinar-binar penuh kerinduan khas anak kecil yang mengidolakan seseorang.
" aku baik juga kok.. " jawab Yuna. " ngomong-ngomong sampai kapan kamu mau bergelendotan sama aku Yaya ? " lanjut Yuna dengan sedikit sesak nafas.
" eh hehehe.. " Yaya kemudian turun sambil cengengesan.
***
Yuna dan Yaya duduk berdampingan di kursi ruang tunggu dengan masing-masing memegang segelas gelas kertas berisi mocca caffe hangat yang menemani senja yang dingin itu.
" ngomong-ngomong apa yang membawa Yaya datang kemari ? " Yuna memulai pembicaraan.
Yaya terdiam sejenak sambil menunduk bisu. tangannya bergerak-gerak menggenggam gelas kertasnya itu. Yuna menoleh dan memperhatikan Yaya yang terdiam bisu, pandangannya menyiratkan pertanyaan-pertanyaan yang tertuju pada gadis kecil itu.
" eh..hem.. " Yaya bergungam hendak mengatakan sesuatu. pandangan Yuna semakin melekat pada Yaya yang hendak berbicara.
tiba-tiba Yaya mengangkat wajahnya, menoleh dan menatap Yuna lekat dengan tatapan serius yang jarang sekali. sejenak atmosfer ruangan menjadi berubah tegang, tak seperti biasanya Yaya bersikap seperti itu.
" kh.. bffhh.. " terdengar tahanan tawa mengelikan, " bwaahaahaaahaaahaaa.. " suara tawa lepas yang keras memecah kesunyian yang tadi mencekam.
" eh ehee.. apa ? kenapa kamu tertawa ? " Yuna terkaget dengan ledakan tawa Yaya yang begitu keras.
" hahaa.. abis Yuna lucu.. baru kali ini Yaya liat muka Yuna yang kayak begitu.. haha.. " tawa Yaya tak tertahankan.
wajah Yuna merona merah malu. baru kali ini ia di tertawakan seperti itu. " hahaha " Yuna ikut tertawa.
" lalu kenapa kau kemari ? " Yuna mengalihkan pembicaraan.
Yaya mengeluarkan sepucuk amplop surat dan di berikannya pada Yuna. Yuna mengambil surat yang di sodorkan Yaya. di bukanya amplop coklat itu berisi selembar kertas. tak lama kemudian air wajah Yuna berubah terkejut.
" i.. i.. ini.. " Yuna berkata-kata.
Yaya hanya tersenyum girang saat Yuna menatap Yaya terejut.
" Yaya ikut audisi jadi penyanyi pemula, dan lolos sampai babak final.. yei.. " Yaya girang dan memasang pose peace andalannya.
" selamat ya Yaya.. " Yuna seraya memberi ucapan selamat d sertai dekapan hangat.
" makasih Yuna, Yaya senang sekali.. " jawabnya di iringi senyuman manis.
" kapan audisi babak finalnya ? " tanya Yuna.
" hmm.. lusa, di gedung stasion TV stars'lit, jam 10 pagi.. " jawabnya.
" hmm.. " Yuna bergungam, " ok. lusa aku akan menonton dan menemani mu audisi " lanjutnya.
" benarkah ? " tanya Yaya bersemangat. Yuna mengangguk yakin, " makasih Yuna, Yaya sayang Yuna.. " Yaya memeluk Yuna lagi.
" iya iya.. " Yuna tersenyum.
SPLAASSHH, mocca caffe yang di pegang Yuna tumpah membasahi baju Yuna. "eh, tumpah.. " Yuna dengan nada datar. " ah.. maaf maaf maaf.. maafkan aku.. " wajah Yaya menjadi panik. Yuna tersenyum, "sudah tidak apa-apa.. " jawab Yuna santai.
" Yurina, istirahat 5 menit lagi.. " seseorang memanggil Yuna.
" baiklah, aku kesana sebentar lagi Ken.. " jawab Yuna.
Yuna kemudian bangkit, " aku pergi dulu ya Yaya. kamu pulang saja duluan, ok.. " Yuna berlalu pergi.
Yuna berjalan ke arah seorang pemuda berambut hitam yang tadi memanggilnya. keduanya begitu dekat dan akrab, Yaya hanya bisa memandangnya dengan senyuman sayu.
" baiklah aku akan berusaha juga ! " Yaya menyemangati dirinya.
" berusaha apa ? " tanya sebuah suara di belakangnya.
Yaya menoleh mencari asal suara itu. seorang pemuda tampan berbadan lebiih tinggi sedikit darinya berambut blonde panjang berdiri di belakangnya. Yaya terpana melihat sosok pemuda itu.
" ka.. kamu si.. siapa ? " Yaya tertegun.
pemuda itu berjalan menghampiri Yaya, dengan sedikit menunduk menatap wajah Yaya dan tersenyum tajam. tangannya mencengkram wajah Yaya, lalu mencium pipi kiri Yaya. Yaya terlonjak kaget dengan kecupan di pipinya.
" what ?! " Yaya beranjak berdiri menghindar sambil memegangi pipi kirinya. " siapa kamu ? apa yang kamu lakukan ? dasar tidak sopan " Yaya reflek berteriak.
pemuda itu langsung membekap mulut Yaya, " jangan berisik, itu hanya ungkapan salam dari ku nona manis, bye.. " pemuda itu melepaskan bekapannya den berlalu pergi meninggalkan Yaya.
Yaya terduduk lemas tak bisa berkata-kata sambil memegengi pipi kirinya yang tadi di cium. apa-apaan sih dasar cowok gak sopan, sebel sebel sebel, keluh Yaya kesal dalam benaknya.
#to be continued...
Diposting oleh Alfa Zalfah di 02.58 0 komentar
Label: story
Minggu, 02 Mei 2010
SilverMoon eps.1
Malam itu, bulan purnama memancarkan cahaya keperakannya dengan lembut di langit malam. Selina duduk di meja belajarnya sambil menatap keluar jendela memandangi sang rembulan di langit malam dengan perasaan rindu. Dirinya bagaikan terhanyut dalam sinar keperakan yang terpancar di balik jendela.
Tok.. Tok.. Tok.. seseorang mengetuk pintu kamar Seli, dan membuyarkan ia dari lamunannya. “Seli sayang..” suara lembut itu memanggil. “mama masuk ya..” sambung suara itu seraya membuka pintu. Sesosok wanita paruh baya memasuki kamar Seli. “mama ? ada apa ?” tanya Seli terkejut. Mama berjalan mendekati Seli sambil membawa secangkir coklat mint hangat di nampannya. “ini, mama membuatkan coklat mint kesukaan mu..” jawab mama lembut. Seli menatap cangkir yang berisi coklat mint hangat itu, uap panas tipis mengepul keluar dari dalam cangkir ke udara, di sertai aroma manis coklat dan aroma segar mint yang begitu menggeitik penciuman dan terasa begitu nikmat. “hmmm.. aromanya manis..” gungam Seli. Mama kemudian meletakan cangkir itu di meja Seli. “terima kasih mama..” balas Seli seraya di iringi senyuman. “sama-sama sayang..” jawab mama sambil membelai lembut rambut hitam Seli yang terpilin rapih dalam kepangan.
Tak lama setelah mama keluar meninggalkan Seli di kamar sendirian, Seli kembali termenung. Seli teringat cerita mama tentang arti namanya. “Selina Aria” mama berkata pada Seli. Nama Selina di ambil dari kata Selini yang berarti bulan, dan Aria di ambil dari kata Arian yang berarti perak. “kenapa namaku seperti itu ma ?” tanya Seli kecil pada mama. “karena kamu adalah bulan mama yang paling cantik diantara bulan yang lain, dan tak ada bulan lain yang seindah bulan yang bersinar keperakan nan berkilau seperti bulan mama tersayang ini.” Jawab mama seraya memeluk Seli kecil yang baru berusia 5 tahun.
Di depan pintu kamar, mama yang baru keluar dari kamar Seli berdiri termenung bersandar pintu. Sambil mendekap nampan yang masih di bawanya, mata mama menerawang jauh. Tak lama kemudian mama menghela nafas panjang dan mendesah pelan sambil bergungam dengan suara samar-samar. “yang mulia, dia kini telah tumbuh menjadi gadis jelita dan semakin mirip dengan mu.” Seraya mama memejamkan mata sejenak membayangkan sebuah sosok, kemudian bangkit dari renungannya dan kembali menjalani aktifitasnya.
Di sudut ruangan, seseorang memperhatikan mama dengan tatap curiga. Tatapan mata tajamnya menyimpan pertanyaan akan rasa penasaran dan rencana licik di baliknya. Merasa sedang di perhatikan, saat mama menoleh untuk mencari sumber tatapan itu, akan tetapi sosok itu bagai lenyap hilang dalam kegelapan di sudut ruangan. “perasaan ku sajakah, atau memang ada yang memperhatikan ku dengan pandangan tajam ?!” gungam wanita paruh baya itu dalam hati masih di iringi rasa gemetar yang merasukinya.
Diposting oleh Alfa Zalfah di 19.54 0 komentar
Label: story



