CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Selasa, 18 Mei 2010

Twin Stars : the sisterhood (eps.1 : pertemuan)

" na.. Yuna.. " panggil sebuah suara.

Yuna menolehkan wajahnya mencari si empunya suara yang memanggilnya. seorang gadis kecil berperawakan mungil dan imut berlari menghampirinya, rambut coklatnya yang di kuncir dua melambung terhembus angin saat ia berlari menghampiri Yuna.

" eh, Yaya ?! " balas panggil Yuna ketika gadis mungil itu menghampirinya.

Yaya setengah melompat dan mendekap tubuh Yuna yang lebih tinggi darinya. wajahnya begitu berseri-seri di sertai senyuman manis dengan pipi merona-rona kemerahan.

" Yunaaa.. Yaya kangen Yuna.. " serunya dengan intonasi manjanya yang khas.

" Yaya ? apa kabar sayang ? " balas Yuna seraya membelai rambut pendek Yaya yang di kuncir dua.

" Yaya baik kok, Yuna bagaimana ? " tatapnya pada Yuna dengan tatapan berbinar-binar penuh kerinduan khas anak kecil yang mengidolakan seseorang.

" aku baik juga kok.. " jawab Yuna. " ngomong-ngomong sampai kapan kamu mau bergelendotan sama aku Yaya ? " lanjut Yuna dengan sedikit sesak nafas.

" eh hehehe.. " Yaya kemudian turun sambil cengengesan.

***

Yuna dan Yaya duduk berdampingan di kursi ruang tunggu dengan masing-masing memegang segelas gelas kertas berisi mocca caffe hangat yang menemani senja yang dingin itu.

" ngomong-ngomong apa yang membawa Yaya datang kemari ? " Yuna memulai pembicaraan.

Yaya terdiam sejenak sambil menunduk bisu. tangannya bergerak-gerak menggenggam gelas kertasnya itu. Yuna menoleh dan memperhatikan Yaya yang terdiam bisu, pandangannya menyiratkan pertanyaan-pertanyaan yang tertuju pada gadis kecil itu.

" eh..hem.. " Yaya bergungam hendak mengatakan sesuatu. pandangan Yuna semakin melekat pada Yaya yang hendak berbicara.

tiba-tiba Yaya mengangkat wajahnya, menoleh dan menatap Yuna lekat dengan tatapan serius yang jarang sekali. sejenak atmosfer ruangan menjadi berubah tegang, tak seperti biasanya Yaya bersikap seperti itu.

" kh.. bffhh.. " terdengar tahanan tawa mengelikan, " bwaahaahaaahaaahaaa.. " suara tawa lepas yang keras memecah kesunyian yang tadi mencekam.

" eh ehee.. apa ? kenapa kamu tertawa ? " Yuna terkaget dengan ledakan tawa Yaya yang begitu keras.

" hahaa.. abis Yuna lucu.. baru kali ini Yaya liat muka Yuna yang kayak begitu.. haha.. " tawa Yaya tak tertahankan.

wajah Yuna merona merah malu. baru kali ini ia di tertawakan seperti itu. " hahaha " Yuna ikut tertawa.

" lalu kenapa kau kemari ? " Yuna mengalihkan pembicaraan.

Yaya mengeluarkan sepucuk amplop surat dan di berikannya pada Yuna. Yuna mengambil surat yang di sodorkan Yaya. di bukanya amplop coklat itu berisi selembar kertas. tak lama kemudian air wajah Yuna berubah terkejut.

" i.. i.. ini.. " Yuna berkata-kata.

Yaya hanya tersenyum girang saat Yuna menatap Yaya terejut.

" Yaya ikut audisi jadi penyanyi pemula, dan lolos sampai babak final.. yei.. " Yaya girang dan memasang pose peace andalannya.

" selamat ya Yaya.. " Yuna seraya memberi ucapan selamat d sertai dekapan hangat.

" makasih Yuna, Yaya senang sekali.. " jawabnya di iringi senyuman manis.

" kapan audisi babak finalnya ? " tanya Yuna.

" hmm.. lusa, di gedung stasion TV stars'lit, jam 10 pagi.. " jawabnya.

" hmm.. " Yuna bergungam, " ok. lusa aku akan menonton dan menemani mu audisi " lanjutnya.

" benarkah ? " tanya Yaya bersemangat. Yuna mengangguk yakin, " makasih Yuna, Yaya sayang Yuna.. " Yaya memeluk Yuna lagi.

" iya iya.. " Yuna tersenyum.

SPLAASSHH, mocca caffe yang di pegang Yuna tumpah membasahi baju Yuna. "eh, tumpah.. " Yuna dengan nada datar. " ah.. maaf maaf maaf.. maafkan aku.. " wajah Yaya menjadi panik. Yuna tersenyum, "sudah tidak apa-apa.. " jawab Yuna santai.

" Yurina, istirahat 5 menit lagi.. " seseorang memanggil Yuna.

" baiklah, aku kesana sebentar lagi Ken.. " jawab Yuna.

Yuna kemudian bangkit, " aku pergi dulu ya Yaya. kamu pulang saja duluan, ok.. " Yuna berlalu pergi.

Yuna berjalan ke arah seorang pemuda berambut hitam yang tadi memanggilnya. keduanya begitu dekat dan akrab, Yaya hanya bisa memandangnya dengan senyuman sayu.

" baiklah aku akan berusaha juga ! " Yaya menyemangati dirinya.

" berusaha apa ? " tanya sebuah suara di belakangnya.

Yaya menoleh mencari asal suara itu. seorang pemuda tampan berbadan lebiih tinggi sedikit darinya berambut blonde panjang berdiri di belakangnya. Yaya terpana melihat sosok pemuda itu.

" ka.. kamu si.. siapa ? " Yaya tertegun.

pemuda itu berjalan menghampiri Yaya, dengan sedikit menunduk menatap wajah Yaya dan tersenyum tajam. tangannya mencengkram wajah Yaya, lalu mencium pipi kiri Yaya. Yaya terlonjak kaget dengan kecupan di pipinya.

" what ?! " Yaya beranjak berdiri menghindar sambil memegangi pipi kirinya. " siapa kamu ? apa yang kamu lakukan ? dasar tidak sopan " Yaya reflek berteriak.

pemuda itu langsung membekap mulut Yaya, " jangan berisik, itu hanya ungkapan salam dari ku nona manis, bye.. " pemuda itu melepaskan bekapannya den berlalu pergi meninggalkan Yaya.

Yaya terduduk lemas tak bisa berkata-kata sambil memegengi pipi kirinya yang tadi di cium. apa-apaan sih dasar cowok gak sopan, sebel sebel sebel, keluh Yaya kesal dalam benaknya.



#to be continued...

0 komentar: