Ku hanya dapat menatapnya..
Menatap wajahnya yang sendu..
Dalam kepiluan rasa khawatir..
Terpancar d kilauan matanya..
Meski demikian ia tetap tersenyum..
Tertawa dalam canda..
Menutupi segala dalam keceriaan..
Meski mungkin hatinya goyah terkoyak rasa khawatir..
Ku ingin lihat senyumnya..
Tawanya dalam kegembiraan hatinya..
Air wajahnya penuh cahaya ceria..
Tulus tanpa khawatir hatinya dalam keterpurukan..
Tetaplah semangat..
Telaplah tegar..
Ku slalu disini mendoakan kebahagian mu..
Meski kau tak pernah tau dalam diam ku..
Kamis, 29 Juli 2010
Senyum bahagia mu
Diposting oleh Alfa Zalfah di 19.13 0 komentar
Label: poetry
Hiyame
Di sebuah desa kecil d kaki gunung Kalaua, terdapat sepasang suami-istri miskin yang tinggal d sebuah gubuk reyot di sekitar tepi sungai Kalaua di kaki gunung.
Sang suami bekerja sebagai tukang kayu di desa kecil tersebut, sedangkan sang istri hanya ikut membantu mencari nafkah suaminya dengan menjual kue-kue di warung di desa dan menjadi buruh cuci di desa itu.
Sudah 5 tahun mereka menikah, tetapi belum di karuniai seorang anak pun. Mereka merasa sedih karena belum di karuniai kehadiran seorang anak di antara mereka.
Suatu malam di saat bulan purnama bersinar dengan indahnya di langit, Uame sang istri bermimpi di sungai Kalaua cahaya rembulan memantul di permukaan sungai, dari sinar yang memancar tersebut muncul sesosok wanita cantik berparas nan elok di hadapan Uame sambil tersenyum lembut & senang, perlahan wanita itu berubah menjadi secercah cahaya lembut yang mengitari Uame dan kemudian hilang perlahan dalam perut Uame dengan hangat & lembut.
Uame pun terbangun terkejut tetapi di iringi rasa heran dan senang yang bercampur aduk menjadi pertanyaan dalam benaknya.
Apakah gerangan maksud dari mimpi tersebut ?
. . . . . . To be continued . . .
Diposting oleh Alfa Zalfah di 09.04 0 komentar
Label: story
