CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Rabu, 14 April 2010

angan dalam benakku

Ku pejamkan mataku, membiarkan kegelapan menyelimutiku dan menembus batas fikiran akal sehat ku. Ku bayangkan diriku berdiri di tengah hampara luas padang nan hijau sejauh mata memandang, di kelilingi ridangnya pohon-pohon yang saling berjenjangan, di atasku terbentang langit biru yang luas tak berujung. Udara yang terasa begitu menyejukan, angin berhembus semilir-semilir dengan lembut membawa aroma alam yang menyelimuti udara.
Ku rasakan sensasi rerumputan yang berlapisi embun tipis di atas tanah yang ku pijaki, ku rasakan sensasi angin yang berhembus lembut membelai wajahku, ku rasakan aroma alam yang bebas terbawa angin merasuki panca indraku dan menyebar dalam setiap tarikan nafasku, mengalir melalui darahku, seakan menyatu dalam denyut nadi ku, berkolaborasi dengan otot tubuh ku, menenangkan fikiran ku, ringan terasa menyelimuti tubuhku bagai bulu ringan tak bermassa.
Pandangan mataku terhempas ke segala penjuru, menikmati keindahan alam hijau nan asri yang terbentang di hadapanku. Langkah demi langkah ku arungi padang luas sejauh penglihatan ku, di awali langkah-langkah kecil, berjalan pelan, berjalan cepat, berlari-lari kecil, hingga berlari menembus sang bayu, di iringi derap langkah bagai irama symphoni, serta putaran-putaran bagai tarian sang angin dengan lembut, riang dan gemulai.
Dalam tiap derap langkah kaki yang ku arungi, pijakan ku terasa ringan melambung ke udara, di tiap langkahnya ku rasakan tubuhku semakin naik naik naik dan terhempas di udara dengan lembut. Tubuhku melambung di udara, ku terbang melintasi padang hujau di langit biru, melayang-layang mengikuti arah sang bayu berhembus mengarungi dunia yang luas. Ku lintasi berbagai alam dunia yang indah, padang rumput hijau, danau-danau yang berkilauan bagai permata, sungai-sungai yang mengalir menjadi suatu kesatuan aliran tak terputus, padang-padang gurun keemasan tertempa sinar mentari, hutan-hutan hijau nan subur menjulang tinggi menembus cakrawala dan rindang, perbukitan dan lembah-lembah, lereng-lereng tebing batuan nan kokoh, pegungungan-pegunugan yang menakjubkan, dataran-dataran yang terbentang, pantai berpasir putih hingga lautan lepas dan samudra luas bagai tak berbatas.
Birunya langit luas tak terbatas di hiasi sinar keemasan sang mentari dan kapas-kapas awan putih tipis dan samar menyelimuti nuansa cakrawala di kala sang siang merajai hari. Ketika sang raja hari merambat dan terbenam di ufuk barat, cahayanya memberikan warna merah pada sang cakrawala bagaikan membakarnya dengan tarian sinar dari sang bunga api yang menyelimuti, sang cakrawala kini terhias merahnya yang memikat hati para sejoli yang di mabuk cinta. Sang biru kini terselimuti kegelapan ketika sang raja hari tak menampakan dirinya lagi, di gantikan cahaya keperakan sang putri bulan yang menyinari, di damping teman-teman mungilnya yang menitikan cahaya gemerlap kelap-kelip bintang yang tersebar di jagad raya nan luas, dengan lembut sinar perak dalam keremangan di hiasi gemerlap titik sinar yang terpancar menyelimuti para makhluk yang terlelap dan menjaganya dalam dekap kerinduan sang mimpi.
Diriku bagaikan angin yang menjelajahi semua bagian dunia dengan bebas tanpa terikat, menatap indahya alam dunia dalam cakrawala yang menyelimuti. Terasa berjuta sensasi yang semakin mengalir dan membuat hati bergejolak dan tenang merasakan milyaran keajaiban alam berevolusi.

0 komentar: