CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Kamis, 10 Juni 2010

last smile & crying (part.1)

udara malam ini dinginnya seperti menusuk hingga ke tulang sum-sum. Yusaki duduk di beranda lantai 2 di kamarnya yang menghadap ke laut lepas sambil menatap lekat langit malam yang kelam berhias rembulan dan bintang-bintang.

"Yusa ?" seseorang memanggil dari arah pintu kamar. Yusaki menoleh ke arah pintu yag terbuka perlahan. "Nao ?" suaranya bagai tenggelam dalam decitan pintu yang bergeser.

"Yusa, sedang apa ?" tanya Naoki sembari memasuki kamar Yusaki dan berjalan menuju beranda dimana Yusaki berada.

"ah tidak, hanya sedang mencari angin sambil melihat pemandangan saja." jawab Yusaki mengalihkan kembali perhatiannya ke cakrawala lepas.

PLUUKK.. sesuatu yang hangat dan lembut menyelimuti tubuh Yusaki. Yusaki menolehkan wajahnya ke belakang, wajah dengan senyuman lembut menghangatkan hati menyamput tolehan Yusaki sembari menyelimuti tubuh Yusaki.

"Na..Nao.. ?" Yusaki terbuai kehangatan senyuman lembut itu hingga wajahnya berubah merah padam.

"di luar sangat dingin, tidak baik kalau kamu hanya mengenakan piyama tanpa selimut hangat pada udara seperti ini, nanti kamu sakit Yusa.." jelas Naoki lembut. "i..iya.." jawab Yusaki dalam dekapan selimut hangat yang membebat dirinya.

Naoki pun berbalik badan ingin berlalu pergi meninggalkan Yusaki. dengan cepat mata Yusaki menyadari kepergian Naoki, sekejap mata tanpa berfikir tangan Yusaki menggenggam tangan Naoki yang hendak pergi. Naoki pun terhenti dan berbalik memandang Yusaki yang menggenggam tangannya sambil tertunduk diam dengan wajah bersemu merah.

Naoki mengerti maksud Yusaki, baru kali ini Yusaki menggenggam tangan Naoki terlebih dahulu, biasanya Naokilah yang selalu menggenggam tangan Yusaki saat ia sedang gundah seperti ini. Naoki menunduk lebih rendah dari Yusaki duduk, ia memandang lekat wajah Yusaki yang bersemu merah yang berusaha memalingkan perhatiannya.

"ada apa ? ada yang ingin kau katakan ?" tanyanya lembut.

"ti..ti.. tidak kok, nggak ada apa-apa." Yusaki semakin tak bisa menyembunyikan apa yang ia rasakan lagi.

Jantung Yusaki berdegup kencang seakan akan melompat dari dalam dadanya dan meledeak, wajahnya yang bersemu merah bagaikan terbakar panasnya mentari terik, napasnya begitu sesak seakan di dunia ini sudah tak ada oksigen lagi, badannya gemetar hebat tak terhenti, walau ia mencoba mengendalikannya, tetap saja sulit untuk di sembuyikan.

Naoki menyiratkan senyuman yang kian lembut, yang membuat Yusaki semakin salah tingkah. tak biasanya Yusaki seperti ini, Yusaki yang cool dan dingin kini bagai es krim vanila yang meleleh dalam hangat kelembutan.

tanpa di sadari Yusaki yang bergelut dengan perasaannya yang kacau balau, dengan lembut bibir Naoki menyentuh bibir Yusaki..




.........to be continued..

0 komentar: