CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Jumat, 11 Juni 2010

last smile & crying (part.2)

Yusaki terdiam kaku. ia tak menyangka dengan apa yang di lakukan oleh Naoki padanya. "Na..Nao..Naoki..?" Yusaki terbata-bata. tetapi Naoki hanya tersenyum hangat pada Yusaki.

Yusaki tak tau lagi harus berbuat apa, selain diam termenung dalam tundukan wajahnya yang merah merona. tangannya yang mungil dan dingin kini kian hangat dalam genggaman tangan Naoki yang besar dan hangat. mereka terdiam dalam hangatnya tangan yang saling bergenggaman di tengah dinginnya udara malam sambil menatap cakrawala.

"Yusa, masuk yuk, malam telah terlalu larut, udaranya juga tak baik bagi kesehatan mu Yusa." pinta Naoki pada Yusaki. tapi, Yusaki hanya diam dan tetap memandang cakrawala yang penuh bintang yang berkelap-kelip di iringi sayunya sinar rembulan.

"Yusa ?" panggil Naoki lembut. Yusaki menoleh pelan dan tersenyum, "maaf sebentar lagi ya." jawab Yusaki.

Naoki hanya mengeleng pelan. ia kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga Yusaki dan berbisik pelan bagai suara angin berhembus. mendadak Yusaki pun terlonjak dari tempatnya duduk, wajahnya merona merah namun agak pucat. dengan cepat Naoki menyambar Yusaki dan menggendongnya masuk ke kamar.

"Nao.. turunkan aku.." pinta Yusaki memberontak.

Naoki kemudian menurunkan Yusaki di pinggir tempat tidur dalam posisi duduk. Naoki pun berjongkok di hadapan Yusaki dan menggenggam tangan Yusaki. "hari sudah larut, istirahatlah." ucapnya. Yusaki mengangguk dan merunduk diam.

Naoki pun bangkit, "kalo begitu selamat tidur Yusa." Naoki mengecup kening Yusa dan berlalu pergi meninggalkan Yusa di kamarnya sendirian.

Yusaki terduduk kaku dalam keheningan. ia memegang keningnya dengan tangan kanannya perlahan, terasa sebuah kehangatan yang lembut ketika ia merabanya. kini tangannya menjalur turun menyentuh bibirnya perlahan, aroma kehangatan yang lembut terasa jelas melingkupi bibir mungilnya, setuhan nan lembut bibir Naoki meruakan aroma Naoki yang khas dengan kelembutan dan kehangatannya.

***

malam berganti fajar, sang mentari pagi merumpunkan cahayanya dari ufuk timur memancarkan sinar keemasan yang berpadu dengan cakrawala fajar yang temaram tertutup samar-samar awan kelam.

Yusaki membuka mata perlahan, kemudian ia bangun dari tempatnya tidur dan berjalan menuju beranda. di bukanya tirai yang menutupi jendela, tersingkap cahaya mentari yag menyusup masuk ke dalam kamar dengan sinar lembut dan terang. jendela ke arah beranda pun di bukanya, dengan lembut semilir angin pagi berhembus merembes menerpa dirinya dengan kesejukan dan kelembutan di iringi hangatnya mentari pagi yang menyinari.

TOK.. TOK.. TOK.. terdengar suara ketukan dari arah pintu kamar Yusaki.

"Yusa.." panggil sebuah suara.

kriieett.. pintu kamar berdecit terbuka perlahan. sesosok pemuda memasuki kamar Yusaki, mata pemuda itu melemparkan pandangan ke seluruh ruang.

whueesss.. terdengar suara angin berhembus pelan menerpa dirinya. perhatian Naoki pun teralih ke arah hembusan itu datang dari jendela beranda yang terbuka.

Naoki berjalan perlahan ke arah beranda. sinar matahari yang merambas masuk menciptakan sesosok bayang seorang gadis bermandikan sinar mentari dan rambutnya melambai dengan lembut terkena terpaan angin yang berhembus di pagi itu.

sosok yang terekam dalam pandangan Naoki bagai seorang bidadari yang menampakan dirinya di kala selepas fajar. Naoki terperangah tak berkata-kata saat mengetahui sosok gadis yang bagai bidadari kini berdiri membelakanginya.

Naoki memberanikan dirinya perlahan menyentuh gadis itu, tapi di urungkan niatnya. ia berjalan mengitari sosok itu dan memandangnya dari samping. Naoki terbelak melihat Yusaki yang..









.........to be continued..

0 komentar: